Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Minggu, 05 Februari 2012

Phil Collins Pensiun dari Dunia Musik di Usia Senja

Mantan drummer dan vokalis Genesis yang akhirnya menjadi salah satu artis terkaya di dunia.     

Jakarta - “Selamat malam. Terima kasih atas kehadiran Anda. Apa kabar? Saya bangga dan bahagia berjumpa dengan Anda," ucap Phil Collins dalam bahasa Indonesia sebelum menyanyikan lagu “I Wish Would Rain Down," menyapa penonton di Ancol, Jakarta pada Sabtu malam (25/3/1995) silam. Kedatangan Phil Collins saat itu dalam rangka tur Both Side World Tour. Penonton terkesima karena Phil Collins mengucapkan kalimat bahasa Indonesia itu dengan baik. Kalimat itu dibaca Collins dari 3 lembar kertas yang digenggamnya. Aplaus pun mengudara. Collins memang pintar memikat perhatian penonton. Dia memang ramah dan hangat. 

      Saya pun masih terkesima ketika siangnya bertemu Phil Collins di Hotel Horison, Ancol. Dengan antusias Phil Collins mencoretkan namanya diatas sampul piringan hitam saya. Album Genesis Live yang dirilis tahun 1973. Air mukanya selalu cerah. Kerap tersenyum. Phil Collins memang sosok yang sangat humoris. Kejenakaannya itu kerap ditampilkannya di pentas pertunjukan, baik ketika bersama Genesis maupun konser solonya.
      Karena rasa humornya itu, mengakibatkan banyak penggemar Genesis tak menyukainya. Bagi mereka Genesis adalah band serius dan rada sakral. Ketika Phil Collins melucu, hal itu dianggap sebuah kekonyolan. Tapi apa mau dikata, popularitas Genesis memang membumbung tinggi saat Phil Collins mengambil posisi vokalis utama ketika Peter Gabriel mengundurkan diri di tahun 1975, setelah album The Lamb Lies Down On Broadway dirilis.
      Hari Senin, 30 Januari kemarin, Phil Collins yang bernama lengkap Phillips David Charles Collins genap berusia 61 tahun. Collins memang telah memasuki ambang senja. Sangat disayangkan pula, Collins telah memutuskan diri hengkang dari dunia musik. Dia tak lagi menabuh drum dan bernyanyi untuk Genesis, band rock progresif yang dimasukinya pada tahun 1970. Saat itu Collins membaca iklan di Melody Maker yang mencari seorang drummer yang menyukai sentuhan musik akustik terutama dari bunyi-bunyian gitar 12 senar. Collins yang saat itu tergabung dalam trio Flaming Youth tertarik. Collins lalu diundang mengikuti audisi di rumah orang tua Peter Gabriel. Genesis akhirnya memilih Phil Collins sebagai drummer. Tak hanya itu, Phil Collins pun diminta menjadi vokalis bayangan bagi Peter Gabriel. Ketika Peter Gabriel mundur dari Genesis, Phil Collins telah terbiasa menempati posisi sebagai vokalis.
      Ketika posisi frontman dipegang Phil Collins, Genesis mulai terlihat sukses secara komersial. Album Genesis And Then There Were Three (1978) berhasil menembus chart Billboard di Amerika, disusul album Duke (1980), Abacab (1981), Genesis (1983), Invisible Touch (1986) dan seterusnya.
      Di tahun 1996 Phil Collins menyatakan mundur dari Genesis untuk lebih leluasa dalam bersolo karir yang telah dilakukannya sejak tahun 1981. Posisi Phil Collins lalu diganti Ray Wilsons. Di tahun 1999, Genesis melakukan reuni dengan mengajak gitaris Steve Hackett dan vokalis Peter Gabriel dalam single “Carpet Crawlers” yang menjadi bagian album kompilasi hits Genesis Turn It On Again The Hits.
      Tahun 2007 Phil Collins kembali bergabung dengan Genesis dan kemudian melakukan tur konser ke Eropa dan Amerika Utara dengan nama Turn It On Again The Tour. Reuni Genesis ini sama sekali tak menghasilkan sebuah album baru.
      Selain bersama Genesis, Phil Collins tetap menjalani karir solonya dengan merilis Going Back di tahun 2010. Album ini merupakan dedikasi Phil Collins terhadap hits besar Motown Record di era 60-an hingga 70-an.Tak lama setelah melakukan tur untuk album Going Back, pada tanggal 4 Maret 2011 Phil Collins mengumumkan bahwa dia berhenti dari semua kegiatan musik, baik bersama Genesis maupun karir tunggalnya. Alasan pengunduran diri Phil Collins terutama karena alasan kesehatan yang tak memungkinkan dirinya untuk tampil maksimal menekuni karir musiknya. Phil bertutur bahwa gangguan yang terjadi pada kedua tangannya menyebabkan dia tak lagi mampu menabuh drum. Gangguan pada kedua tangannya itu merupakan akibat dari operasi yang dilakukan Phil Collins terhadap gangguan yang terjadi pada lehernya. Bahkan sejak tahun 2000 Phil Collins mengalami gangguan pendengaran pada telinga kanannya. Tak lama berselang Phil Collins melalui situs pribadinya mengatakan bahwa dia pensiun dari dunia musik karena ingin lebih mencurahkan perhatian kepada kelaurganya. Tak sedikit yang kecewa dengan keputusan yang diambil Phil Collins, sosok midas dalam industri musik ini.
      Sejak era 80-an, Phil Collins memang tak ada bedanya dengan Midas dari mitologi Yunani, tentang seorang raja yang memiliki kemampuan unik, setiap tangannya menyentuh sesuatu selalu berubah menjadi emas. Saat itu Phil Collins adalah pemusik, komposer hingga produser musik yang bergelimang kesuksesan. Dalam catatan yang dilakukan Sunday Times tentang daftar orang-orang kaya di sepanjang tahun 2011, Phil Collins diestimasikan memiliki pendapatan sekitar 115 juta Poundsterling. Nama Phil Collins masuk deretan Top 20 Rich List of 2011 dalam skala industri musik Inggris.

Apakah mungkin karena kekayaan yang berlimpah ini yang membuat Phil Collins memutuskan untuk berhenti atau pensiun dari dunia musik?

Selamat ulang tahun, Phil !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar